Friday, October 21, 2011

ARSITEKTUR APLIKASI ANDROID


Tujuan Instruksional:
 Mengetahui komponen-komponen aplikasi
 Memahami siklus hidup activity
Arsitektur  aplikasi  Android  berbeda dengan  arsitektur  aplikasi  desktop.  Arsitektur  aplikasi
Android  didasarkan  atas komponen-komponen  yang  saling berhubungan  satu  dengan  yang  lain
menggunakan Intent. Intent dideskripsikan pada manifest dalam paket aplikasi.
Komponen-Komponen Aplikasi
Aplikasi Android merupakan gabungan komponen-komponen (seperti Activity, service, content
provider,  dan  broadcast  receiver)  yang  dijalankan pada Linux dan  dikelola  oleh  Android.
Komponen-komponen  tersebut  saling berbagi  resource, yang  meliputi database,  preferensi
(preference), sistem file, dan proses Linux.


Catatan :
Semua komponen tidak selalu harus ada dalam sebuah aplikasi. Sebagai contoh, sebuah aplikasi mungkin
terdiri dari Activity-activity saja, sementara aplikasi lain hanya terdiri dari Activity dan service.

Arsitektur  Android  yang  berbasis komponen memungkinkan  sebuah  aplikasi  menggunakan
ulang komponen-komponen dari  aplikasi lain yang mengizinkan penggunaan  ulang  komponen-
komponennya. Penggunaan  ulang  komponen  akan  mengurangi  keseluruhan jejak  memori yang
sangat penting  untuk perangkat  dengan  memori  terbatas. Misalkan,  kita  membuat  aplikasi
menggambar  yang  mengizinkan user  untuk  memilih  warna  dari  palette.  Maka  aplikasi
menggambar dapat  memanggil komponen  pemilih  warna dari  aplikasi  lain  yang  sesuai  dan
menggizinkan  komponen  ini  untuk  digunakan  ulang.  Aplikasi menggambar  tidak  memuat
komponen  pemilih  warna atau  bahkan  link  ke  aplikasi  lain,  melainkan  hanya  men-startup
komponen pemilih warna aplikasi lain pada saat diperlukan saja.  


Android memulai suatu proses ketika suatu komponen dari suatu aplikasi benar-benar diperlukan
(seperti  komponen  pemilih  warna), dan  menginstansiasi  objek  Java  untuk  komponen  tersebut.
Hal ini  yang  menjadi alasan mengapa aplikasi Android tidak memiliki single-entry-point (tanpa
fungsi main() seperti pada C). Aplikasi Android hanya menggunakan komponen-komponen yang
telah diinstansiasi dan menjalankannya pada saat diperlukan saja.  


Activity
Activity  merupakan  komponen  dari  suatu  aplikasi  yang  menyediakan user  interface  sehingga
user dapat berinteraksi dengan aplikasi.
Misalnya,  aplikasi  Contact  Android  memiliki activity  yang  menyediakan  user  interface  untuk
memasukkan  contact  baru,  aplikasi  Phone  memiliki activity  yang  menyediakan  user  interface
untuk dialing nomor telepon, atau aplikasi Calculator yang memiliki activity yang menyediakan
user interface untuk melakukan perhitungan-perhitungan dasar.




Gambar 1. Activity utama aplikasi Calculator


Gambar 1. di atas menunjukkan Activity utama (Main activity) dari aplikasi Calculator Android
yang memungkinkan user untuk melakukan perhitungan-perhitungan dasar[1]
.
Sebuah  aplikasi  dapat  mempunyai  lebih  dari  sebuah  activity. Sebagai  contoh,  selain  activity
untuk  melakukan  perhitungan  dasar,  Calculator  juga  memuat activity  "advance  panel"  yang
memungkinkan user untuk melakukan perhitungan akar kuadrat, mengerjakan trigonometri, dan
melakukan operasi-operasi matematika lanjut lainnya.
Dalam  program,  Activity  dideskripsikan  oleh subclass dari  class android.app.Activity,  yang
merupakan subclass tidak langsung dari class abstrak android.content.Context. Subclass-subclass
Activity  meng-override  beberapa method Activity (yang  dikenal  dengan "lifecycle  callback
method" seperti method onCreate(), onStart(), dan lain-lain) yang dipanggil oleh Android selama
Activity masih aktif (hidup).
Sebagai contoh, misal pada listring program berikut, class SimpleActivity meng-extend Activity
dan  juga  meng-override method void  onCreate(Bundle  savedInstanceState)  dan  method  void
onDestroy().
------------------------------------------------------------------------------------------------------

package gie.triana;

import android.app.Activity;
import android.os.Bundle;
import android.util.Log;

public class AktivitasActivity extends Activity {
    /** Called when the activity is first created. */
    @Override
    public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState); // always call superclass method first
        setContentView(R.layout.main);
        Log.d(tag, "pada event method onCreate(");
    }
@Override
protected void onDestroy() {
// TODO Auto-generated method stub
super.onDestroy(); // always call superclass method first
}
}
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Overriding  method  onCreate(Bundle)  dan  method  onDestroy()  pada listing  program  di  atas,
masing-masing  selalu  meng-invoke  superclassnya terlebih  dahulu,  ini  merupakan  pola  yang
harus  selalu  diikuti  pada  saat kita  meng-override  "lifecycle  callback method"  yang  lain  seperti
method-method void  onStart(),  void  onRestart(),  void  onResume(),  void  onPause(),  dan  void
onStop().

 Method  onCreate(Bundle) dipanggil  ketika  suatu  Activity  pertama  kali  dibuat.  Method
ini digunakan untuk membuat user interface dari Activity, membuat background thread,
dan  melakukan  inisialisasi  global  lainnya. Method  onCreate()  akan  melewatkan  obyek
dari  kelas  android.os.Bundle yang  berisi keadaan  (state)  Activity  sebelumya jika state
tersebut  telah  di-capture.  Android  akan  selalu  memanggil  method  onStart()  setelah
pemanggilan method onCreate(Bundle).
 Method  onStart() dipanggil  sebelum  suatu Activity menjadi  visible  (terlihat  oleh  user).
Android  memanggil  method  onResume() setelah pemanggilan onStart()  ketika  Activity
menuju ke latar depan (foreground),  dan memanggil method onStop() setelah onStart()
pada saat Activity tersembunyi (tidak terlihat oleh user).
 Method  onRestart(),  dipanggil  setelah  suatu  Activity  dalam  keadaan  berhenti  (stop),
beberapa  saat  sebelum  Activity  dimulai  lagi.  Android  akan  selalu  memanggil  onStart()
setelah pemanggilan onRestart().
 Method  onResume()  dipanggil  sebelum suatu Activity  berinteraksi  dengan  user.  Pada
titik ini, Activity memperoleh focus dan input user diarahkan ke Activity. Android akan
selalu memanggil  method  onPause()  setelah  pemanggilan  onResume(),  namun  hanya
ketika Activity harus berhenti sementara waktu (pause).

ketika Activity harus berhenti sementara waktu (pause).
 Method  onPause()  dipanggil  ketika  Android  mulai menjalankan Activity  lain.  Method
ini  digunakan  untuk  menahan  perubahan  yang  tidak  disimpan,  menghentikan  animasi
yang  mungkin  mengganggu  siklus  prosesor,  dan  sebagainya.  Method  onPause()  akan
melakukan  tugasnya  dengan cepat,  karena  Activity  selanjutnya  tidak  akan  mulai
dijalankan  sampai tugasnya selesai. Android memanggil  onResume()  setelah
pemanggilan  method  onPause() ketika  suatu  Activity  mulai  berinteraksi  dengan user,
dan memanggil onStop() pada saat Activity menjadi invisible (tidak terlihat oleh user).
 Method onStop() dipanggil ketika suatu Activity sudah tidak terlihat lagi oleh user. Hal
ini  terjadi  karena  suatu  Activity  sudah  tidak  aktif  lagi  (dimusnahkan)  atau  disebabkan
Activity lain (baik yang telah ada atau yang baru) telah dijalankan dan menutupi Activity
sebelumnya. Android memanggil onRestart() setelah pemanggilan onStop() ketika suatu
Activity  kembali  berinteraksi  dengan  user,  dan  memanggil  method  onDestroy()  pada
saat suatu Activity menghilang.
 Method onDestroy()  dipanggil  sebelum  suatu  Activity  dimusnahkan. Kalaupun  memori
memadat,  Android  hanya  akan  menghentikan  proses  dari  suatu  Activity.  Method
onDestroy() tidak akan pernah dipanggil. Jika onDestroy() dipanggil, maka akan menjadi
panggilan terakhir yang diterima Activity.        

    
Ketujuh  method  di  atas  mendefinisikan siklus  hidup  Activity  (Activity  lifecycle)  yang dapat
digambarkan seperti pada Gambar 2 berikut[1]



Gambar 2. Siklus hidup Activity (Activity lifecycle).

Untuk memahami siklus hidup Activity, lakukan percobaan berikut:
1. Menggunakan  eclipse,  buatlah  sebuah  project  Android  baru  dan  beri  nama  seperti  pada
Gambar 3. dibawah berikut :


2. Ubah file ActivitiesActivity.java, sehingga isi file terlihat seperti berikut :

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

package gie.triana;

import android.app.Activity;
import android.os.Bundle;
import android.util.Log;

public class AktivitasActivity extends Activity {
    String tag = "Event";
/** Called when the activity is first created. */
    @Override
    public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.main);
        Log.d(tag, "pada event method onCreate(");
    }
@Override
protected void onDestroy() {
// TODO Auto-generated method stub
super.onDestroy();
Log.d(tag, "pada event method onDestroy()");
}
@Override
protected void onPause() {
// TODO Auto-generated method stub
super.onPause();
Log.d(tag, "pada event method onPause()");
}

@Override
protected void onRestart() {
// TODO Auto-generated method stub
super.onRestart();
Log.d(tag, "pada event method onRestart()");
}
@Override
protected void onResume() {
// TODO Auto-generated method stub
super.onResume();
Log.d(tag, "pada event method onResume()");
}
@Override
protected void onStart() {
// TODO Auto-generated method stub
super.onStart();
Log.d(tag, "pada event method onStrat()");
}
@Override
protected void onStop() {
// TODO Auto-generated method stub
super.onStop();
Log.d(tag, "pada event method onStop()");
}
}





------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Catatan : Penjelasan mengenai Log.d() dapat dilihat di :
http://developer.android.com//reference/android/util/Log.htm


3. Buka  file  AndroidManifest.xml.  Pilih  tab  Application.  Ubah  nilai Debuggable  ke  nilai  true
(lihat Gambar 4) dan save file.

      Gambar 4.
4. Tekan F11 untuk men-debug aplikasi pada emulator Android
5. Ketika Activity pertama kali di-load, pada jendela LogCat akan terlihat catatan / Log seperti 
berikut (lihat pada Gambar 5) :  
10-09 23:34:16.951: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onCreate()
10-09 23:34:16.951: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onStart()
10-09 23:34:16.961: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onResume()
Membuka jendela LogCat:
Pilih  menu  Window  >  Open  perspective  >  Debug.  Maksimumkan  jendela  LogCat  hingga 
seperti Gambar 5 berikut :

                                                                           Gambar 5.
6. Pilih tombol Back pada emulator Android, Amati bahwa Log yang tercetak adalah:
10-09 23:42:02.672: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onPause()
10-09 23:42:07.151: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onStop()
10-09 23:42:07.151: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onDestroy()
7. Klik  dan  tekan  tombol  Home  hingga  beberapa  saat,  klik  icon  Activities  dan  Amati bahwa 
Log yang tercetak adalah :
10-09 23:44:02.252: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onCreate()
10-09 23:44:02.252: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onStart()
10-09 23:44:02.262: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onResume()
8. Tekan  tombol  Phone  pada  emulator  Android  terlihat  bahwa  Activity  didesak  ke  area 
background. Amati output jendela LogCat:
10-09 23:45:27.362: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onPause()
10-09 23:45:42.591: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onStop()

9. Perhatikan  bahwa  event  onDestroy  tidak  dipanggil,  menunjukkan  bahwa  Activity  masih 
berjalan dalam memori. Keluarlah dari dialer phone dengan menekan tombol Back. Activity 
sekarang terlihat lagi. Amati output pada jendela LogCat :
10-09 23:50:35.752: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onRestart()
10-09 23:50:35.752: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onStart()
10-09 23:50:35.762: DEBUG/Kejadian(544): pada event method onResume()
Event onRestart() sekarang dinyalakan, diikuti oleh event onStart() dan onResume(). 
Seperti  yang  kita  lihat  pada  percobaan  ini,  Activity  akan  dihentikan  (destroyed)  pada  saat  kita 
menekan tombol Back. 
Pada  saat  sebuah  activity  mulai  dijalankan,  event  onStart()  dan  onResume()  selalu  dipanggil, 
tidak terkecuali apakah activity tersebut merupakan activity yang di-restore dari background atau 
activity yang baru dibuat.

Service
Service  merupakan  komponen aplikasi  yang  beroperasi di  area  belakang  layar (background) 
untuk  periode waktu  yang  tidak  terbatas  dan  tidak  memiliki user  interface. Seperti  dengan 
activity, service berjalan dalam thread utama proses; dan pasti akan melahirkan thread lain untuk 
menjalankan  suatu  operasi yang  memerlukan banyak  waktu.  Service  diklasifikasikan  sebagai 
local atau remote service:
 Local service: berjalan pada proses yang sama sebagai penopang aplikasi. Service seperti 
ini membuat aplikasi mudah untuk melaksanakan tugas-tugas di balik layar.
 Remote  service:  berjalan  pada  proses  yang  terpisah. Service  seperti  ini  memungkinkan 
kita untuk melakukan komunikasi antar proses.
Catatan:
Service bukan merupakan suatu proses yang terpisah, walaupun service dapat  dispesifikasikan ke dalam 
proses  yang  terpisah. Service  juga  bukan  thread. Service  memungkinkan  suatu  aplikasi  memberitahu
Android  mengenai  sesuatu  yang  ingin  dilakukan di  area  background (bahkan pada  saat  pengguna tidak 
secara  langsung  berinteraksi  dengan  aplikasi),  dan memungkinkan  aplikasi  meng-expose
fungsionalitasnya untuk aplikasi lain.   
Bayangkan  service  yang  menjalankan musik  sebagai  respon  atas  pilihan  user melalui  activity.
Pengguna memilih lagu untuk dimainkan melalui activity ini, dan service segera bekerja sebagai 
respon  atas  pilihan  pengguna.  Selanjutnya  service  memainkan  musik  pada  thread  lain  untuk 
mencegah munculnya dialog box Application Not Responding.

Broadcast Receiver
Broadcast  Receiver  adalah  komponen  yang  menerima  dan  memberikan  reaksi  terhadap 
broadcast.  Kebanyakan  broadcast  bermula dari  dalam  kode  sistem.  Contohnya,  sebuah 
pemberitahuan dibuat  untuk  mengindikasikan  bahwa  timezone telah  berubah  atau  batere telah 
melemah.
Applikasi  juga  dapat  memulakan broadcast.  Contohnya  sebuah  aplikasi  mungkin  menghendaki 
aplikasi-aplikasi lain untuk mengetahui bahwa data telah selesai diunduh dari jaringan ke dalam 
perangkat dan sekarang telah tersedia untuk digunakan.  

Content Provider
Content  provider  merupakan  komponen  yang  memungkinkan data dari  suatu  aplikasi  tersedia 
bagi aplikasi lainnya.  Data  dapat tersimpan dalam  sistem file Android,  dalam  database  SQLite, 
atau  dalam  bentuk lain  yang  dapat  difahami sehingga  memungkinkan  aplikasi  untuk saling 
berbagi data dengan aplikasi lainnya.
Content  provider  melakukan  pengaksesan  raw  data secara  langsung  karena  content  provider 
men-decouple  kode  komponen dari  format  raw  data.  Pen-decouple-an  ini dimaksudkan  untuk
mencegah kerusakan kode ketika format data berubah.

Sumber: Kuliah Mobile Programing U.Tresna


Reactions:

0 comments:

Post a Comment

 
Copyrigth by Komunitas Android UIN SGD Bandung | Bloggerized by gie_3rd - IF.CUNGUR 2009 | Pasukan Berani Malu, West,Java